Apa Itu Alat Ini?
Aturan tiga adalah teknik klasik untuk menyelesaikan proporsi: jika A berhubungan dengan B dengan cara yang sama seperti C berhubungan dengan X yang belum diketahui, maka X dapat dicari melalui perkalian silang. Pada proporsi langsung, X = (B × C) ÷ A. Pada proporsi berbalik nilai — ketika menaikkan satu besaran justru menurunkan besaran lainnya — X = (A × B) ÷ C.
Ini adalah salah satu materi matematika praktis yang paling banyak diajarkan karena mengubah pertanyaan sehari-hari seperti 'kalau begini, berapa itu' menjadi satu rumus sederhana: harga satuan, penyesuaian resep, jarak pada peta, kecepatan dan waktu, hingga konversi mata uang, semuanya bisa diselesaikan dengan aturan tiga.
Mengapa Menggunakannya?
- Menyelesaikan proporsi langsung maupun berbalik nilai — pilih mode yang sesuai dengan soal Anda.
- Menampilkan langkah perkalian silang, bukan hanya jawaban akhir, sehingga Anda bisa memeriksa caranya.
- Hasil muncul instan saat Anda mengetik — tanpa memuat ulang halaman, tanpa perlu mendaftar.
- Berguna untuk membandingkan harga belanja, menyesuaikan resep, skala peta, soal kecepatan/waktu, dan banyak lagi.
- Berjalan sepenuhnya di browser Anda — apa pun yang Anda masukkan tidak dikirim ke mana pun.
Cara Menggunakan
- Pilih proporsi langsung atau berbalik nilai sesuai hubungan antara dua besaran Anda.
- Masukkan A dan B, yaitu pasangan nilai yang sudah diketahui (misalnya, 3 barang seharga Rp12.000).
- Masukkan C, nilai yang diketahui dari situasi baru (misalnya, 5 barang).
- Baca hasil X, jawabannya, yang dihitung secara instan melalui perkalian silang.
Contoh
Input
Proporsi langsung: 3 barang seharga Rp12.000 (A=3, B=12000). Berapa harga 5 barang (C=5)?Output
X = Rp20.000X = (B × C) ÷ A = (12000 × 5) ÷ 3 = 60000 ÷ 3 = 20000. Karena jumlah barang bertambah, harga juga naik secara proporsional, sehingga ini adalah proporsi langsung.
Ringkasan proporsi langsung vs. berbalik nilai
| Jenis | Rumus X | Contoh |
|---|---|---|
| Langsung | X = (B × C) ÷ A | 3 apel seharga Rp6.000; 5 apel seharga X |
| Berbalik nilai | X = (A × B) ÷ C | 4 tukang cat butuh 6 hari; 3 tukang cat butuh X hari |
Alat terkait
Aturan tiga adalah bentuk perhitungan persentase dan rasio, sehingga kalkulator persentase cocok untuk menjawab pertanyaan terkait seperti 'berapa persen X dari Y'. Untuk mengonversi besaran hasil perhitungan ke sistem satuan lain, konverter satuan adalah pelengkap yang tepat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu aturan tiga?
Aturan tiga (juga disebut perkalian silang) menyelesaikan proporsi berbentuk A:B = C:X untuk mencari nilai X yang belum diketahui, menggunakan tiga nilai yang sudah diketahui. Disebut 'aturan tiga' karena dibutuhkan tiga angka yang diketahui untuk menemukan angka keempat. Pada proporsi langsung, X = (B × C) ÷ A; pada proporsi berbalik nilai, X = (A × B) ÷ C.
Apa perbedaan proporsi langsung dan berbalik nilai?
Pada proporsi langsung, kedua besaran bergerak ke arah yang sama: jika satu naik dua kali lipat, besaran lain juga naik dua kali lipat (semakin banyak barang, semakin mahal totalnya). Pada proporsi berbalik nilai, keduanya bergerak berlawanan arah: jika satu naik dua kali lipat, besaran lain turun setengahnya (semakin banyak pekerja, semakin cepat pekerjaan selesai). Memilih mode yang salah akan menghasilkan jawaban yang sepenuhnya keliru, jadi kenali dulu jenis hubungannya sebelum menghitung.
Bisakah beri contoh nyata penggunaan aturan tiga?
Harga satuan belanja: jika kemasan 500 g seharga Rp25.000, berapa harga kemasan 750 g (langsung)? Penyesuaian resep: jika resep untuk 4 orang membutuhkan 200 g tepung, berapa untuk 6 orang (langsung)? Skala peta: jika 1 cm pada peta setara 5 km, berapa km yang diwakili 8 cm (langsung)? Kecepatan kerja: jika 4 pekerja menyelesaikan pekerjaan dalam 6 hari, berapa hari yang dibutuhkan 3 pekerja (berbalik nilai)?
Bagaimana cara mengetahui suatu soal termasuk proporsi langsung atau berbalik nilai?
Tanyakan apa yang terjadi pada besaran kedua jika besaran pertama bertambah. Jika ikut bertambah (semakin banyak jam kerja, semakin besar upah yang diterima), berarti langsung. Jika justru berkurang (semakin banyak mesin, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk selesai), berarti berbalik nilai. Soal kecepatan, waktu, dan jarak sering menjadi contoh proporsi berbalik nilai: pada kecepatan yang lebih tinggi, jarak tetap ditempuh dalam waktu yang lebih singkat.
Apakah data saya disimpan di suatu tempat?
Tidak. Perhitungan sepenuhnya berjalan di browser Anda menggunakan JavaScript; apa pun yang Anda masukkan tidak dikirim ke server, tidak disimpan, dan tidak dicatat.