Apa Itu Alat Ini?
Weton adalah gabungan hari dalam seminggu (Minggu–Sabtu) dengan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon), sistem penanggalan siklus 5 hari yang berjalan berdampingan dengan minggu 7 hari. Karena 7 dikali 5 sama dengan 35, ada 35 kombinasi weton yang berulang setiap 35 hari.
Setiap hari dan pasaran punya nilai neptu tersendiri. Neptu hari: Minggu=5, Senin=4, Selasa=3, Rabu=7, Kamis=8, Jumat=6, Sabtu=9. Neptu pasaran: Legi=5, Pahing=9, Pon=7, Wage=4, Kliwon=8. Neptu weton seseorang adalah neptu harinya ditambah neptu pasarannya.
Dalam tradisi primbon Jawa, neptu weton dua calon pasangan dijumlahkan untuk memprediksi watak hubungan mereka ke depan — apakah cenderung harmonis, penuh tantangan awal, atau rawan konflik — berdasarkan kategori yang dihasilkan dari sisa pembagian total neptu dengan 8.
Mengapa Menggunakannya?
- Menghitung weton dan pasaran secara otomatis dari tanggal lahir — tidak perlu menghafal tabel neptu atau siklus pasaran secara manual.
- Menampilkan rincian perhitungan (neptu masing-masing, total, dan sisa pembagian) sehingga Anda bisa melihat sendiri prosesnya, bukan cuma hasil akhir.
- Mencakup ke-8 kategori kecocokan primbon lengkap dengan penjelasan singkat maknanya.
- Instan dan privat — semua perhitungan berjalan di browser Anda, tanggal lahir tidak dikirim ke server mana pun.
Cara Menggunakan
- Pilih tanggal lahir Anda pada kolom Pasangan 1.
- Pilih tanggal lahir pasangan pada kolom Pasangan 2.
- Klik "Hitung Weton Jodoh".
- Lihat weton dan neptu masing-masing, total neptu berdua, serta kategori kecocokan beserta artinya.
Contoh
Input
Pasangan 1: 12 Mei 1998, Pasangan 2: 3 November 1996Output
Pasangan 1 = Selasa Pahing (neptu 3+9=12), Pasangan 2 = Minggu Pahing (neptu 5+9=14). Total 12+14=26, 26 dibagi 8 sisa 2 → RatuSisa 2 dari pembagian total neptu dengan 8 masuk kategori Ratu — menurut primbon dipercaya sebagai salah satu weton paling harmonis, dengan pasangan yang cenderung saling menghormati.
Tabel neptu hari dan pasaran
Neptu weton seseorang adalah nilai hari lahir ditambah nilai pasaran lahirnya. Misalnya, Selasa Pahing bernilai 3 + 9 = 12.
| Hari | Neptu | Pasaran | Neptu |
|---|---|---|---|
| Minggu | 5 | Legi | 5 |
| Senin | 4 | Pahing | 9 |
| Selasa | 3 | Pon | 7 |
| Rabu | 7 | Wage | 4 |
| Kamis | 8 | Kliwon | 8 |
| Jumat | 6 | ||
| Sabtu | 9 |
Sumber dan catatan penting
Perhitungan pada alat ini mengikuti tabel neptu dan rumus pembagi 8 yang paling konsisten muncul di berbagai sumber primbon Jawa dan media budaya Indonesia. Karena primbon adalah tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, sebagian sumber lain mungkin menampilkan variasi kecil (misalnya pembagi 9). Anggap hasil dari alat ini — dan alat sejenis mana pun — sebagai cerminan budaya dan bahan renungan, bukan kepastian ilmiah atau agama.
Yang berkaitan
Untuk mengetahui usia pasti Anda atau pasangan dari tanggal lahir, coba Kalkulator Usia. Untuk mencocokkan dua tanggal lahir dengan cara yang lebih ringan dan universal, coba Kalkulator Cinta.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu weton jodoh dan dari mana asalnya?
Weton jodoh adalah metode tradisional Jawa untuk memperkirakan kecocokan calon pasangan berdasarkan hari dan pasaran kelahiran masing-masing. Metode ini berasal dari kitab primbon Jawa dan masih dipakai sebagai salah satu pertimbangan budaya sebelum pernikahan, terutama di kalangan masyarakat Jawa.
Bagaimana cara menghitung weton jodoh?
Pertama, tentukan weton (hari + pasaran) masing-masing orang dari tanggal lahirnya, lalu jumlahkan neptu hari dan neptu pasaran untuk mendapatkan neptu weton tiap orang. Kedua, jumlahkan neptu weton kedua orang. Ketiga, bagi total tersebut dengan 8 — sisa pembagian (1 sampai 8, di mana kelipatan 8 dihitung sebagai sisa 8) menentukan kategori kecocokan.
Apa arti kategori Pegat, Ratu, Jodoh, Topo, Tinari, Padu, Sujanan, dan Pesthi?
Secara berurutan sesuai sisa pembagian 1–8: Pegat (rawan masalah besar/perpisahan), Ratu (harmonis, saling menghormati), Jodoh (cocok dan selaras hingga tua), Topo (berat di awal, membaik seiring waktu), Tinari (mudah rezeki dan urusan lancar), Padu (sering beda pendapat tapi jarang berujung pisah), Sujanan (rawan cemburu/godaan perselingkuhan), dan Pesthi (stabil, rukun, dan bertahan lama).
Apakah semua sumber primbon memakai pembagi 8 yang sama?
Mayoritas sumber yang kami cek — termasuk tabel yang paling konsisten dan banyak dirujuk — memakai pembagi 8 dengan urutan kategori Pegat–Ratu–Jodoh–Topo–Tinari–Padu–Sujanan–Pesthi seperti di atas, dan kalkulator ini mengikuti versi tersebut. Namun sebagian kecil sumber memakai pembagi 9 dengan hasil yang bisa berbeda untuk kombinasi tertentu. Karena ini tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, variasi kecil antar sumber primbon memang wajar terjadi.
Apakah hasil weton jodoh menentukan jodoh atau masa depan pernikahan saya?
Tidak. Ini murni tradisi dan kepercayaan budaya Jawa untuk bahan refleksi, bukan metode ilmiah atau ramalan yang pasti. Keharmonisan hubungan sesungguhnya lebih ditentukan oleh komunikasi, kesiapan, dan komitmen kedua pihak. Banyak pasangan dengan hasil weton kurang cocok tetap menjalani rumah tangga yang bahagia, begitu pula sebaliknya.
Apakah tanggal lahir saya dan pasangan disimpan di suatu tempat?
Tidak. Seluruh perhitungan berjalan langsung di browser Anda dengan JavaScript; tanggal lahir tidak pernah dikirim ke server, disimpan, atau dicatat di mana pun.